Ikonografi Tentang Dewa Dewi Masa Klasik

Ikonografi Tentang Dewa Dewi Masa Klasik – Balai pelestarian cagar budaya jawa atau disingkat dengan sebutan BPCB yang dimana terlah menerbitkan buku tentang Dewa Dewi Masa klasik, dan buku ini rencananya akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat selama persediaan masih ada.

Namun karena banyaknya peminat dari masyarakat jawa, banyak yang tidak mendapatkan buku hasil karya BPCB. Buku ini diterbikan oleh BPCB pada tahun 2010. Berdasarkan kenyataan tersebut melalui laman ini akan ditampilkan isi buku Dewa Dewi Masa Klasik yang terbagi dari beberapa bagian.

Ikonografi Tentang Dewa Dewi Masa Klasik

Ikonografi berasal dari bahasa Yunani yang disebut dengan Eikon atau ikon dan graphain yang berarti tulisan. jadi yang dimaksud dengan ikonografi adalah tulisan atau deskripsi tentang ikon, dan pengertian yang lebih lanjut ikon adalah tokoh, gambar, perwujudan, atau tanda yang diketahui secara umum dan dan mempunyai makna tertentu. jadi dalam ikonografi klasik pengertian ikon digunakan untuk menyebut arca-arca yang diciptakan dalam masa yang lalu atau kuno, dan dalam bahasa india arca adalah bera, yaitu perwujudan dari dewa.

Dari pengertian secara etimologis sebagaimana disebutkan di atas, dapatlah kiranya dikemukakan bahwa fokus kajian ikonografi adalah deskripsi dewa yang diarcakan. Akan tetapi, dalam prakteknya kajian yang dilakukan tidak hanya deskripsi saja, melainkan juga identifikasi dan interpretasi arca, termasuk simbol-simbol yang terkandung dalam arca tersebut.

Terdapat kelompok ahli yang membedakan ikonografi dari ikonologi berdasarkan kedalaman kajiannya. Menurut kelompok ini, ikonografi hanya melakukan deskripsi dan identifikasi tokoh yang digambarkan, sedangkan interpretasi tokoh dan simbol-simbol yang ada padanya hingga signifikansi keberadaannya dalam konteks sejarah menjadi wilayah studi ikonologi.

Ukuran arca

Tak kalah pentingnya dari dua kajian yang telah disebutkan adalah ikonometri, yang mengkaji arca dari dimensi ukurannya. Dalam ikonometri, ukuran arca ditetapkan dengan sistem talamana, yang merupakan pedoman pengarcaan tokoh dari segi proporsi berdasarkan tala-nya. Tala adalah ukuran relatif yang menggunakan pedoman wajah atau telapak tangan tokoh yang diarcakan.